Om Jose beranggapan bahwa nitun di pohon kemiri mengganggu anak lelaki semata wayang itu, dan mereka terpaksa bangun dari tidur
Om Jose beranggapan bahwa nitun di pohon kemiri mengganggu anak lelaki semata wayang itu, dan mereka terpaksa bangun dari tidur klik66 - Tiap kali anjing melolong di halaman rumah, Om Jose mengingatkan Ina Peni, istrinya, supaya tidak keluar rumah. Apalagi sekadar mengusir anjing yang sedang melolong. “Tidak boleh keluar rumah. Pintu depan itu harus selalu dikunci. Anjing melolong karena melihat nitun di pohon kemiri depan rumah.” Ina Peni sudah mendengar pesan itu berulang kali. Ia tak punya alasan apa pun untuk berkomentar. Ia memilih diam dan percaya kepada suaminya. Minggu malam yang lalu, Beni, anak sulung mereka berusia tiga bulan, menangis tak sudah-sudah. Om Jose beranggapan bahwa nitun di pohon kemiri mengganggu anak lelaki semata wayang itu, dan mereka terpaksa bangun dari tidur. Om Jose memaki-maki dan hendak keluar untuk berteriak di luar. “Kau jangan cari hal, Jose,” cegah Ina Peni. “Anjing melolong terus begini, apa kau bisa tidur, Peni?” “Kau sendiri yang larang unt...